Aksi Pembelaan Rizieq Shihab Gagal Total??
Berita Dunia - Mata dunia akhirnya terbuka, dimana aksi bela Rizieq Shihab yang dilakukan oleh pendukung ketua FPI tersebut pun membuktikannya sendiri. Dan kini pun sudah waktunya keadilan sosial pun di tegakkan. Aksi 212 yang sebelumnya memuncak pun kini sudah tidah terlihat lagi. Setelah terkait dengan kasus pornografi pun Rizieq Shihab sendiri dihindari oleh para pemujanya tersebut. Dan bahkan kini masyarakat Indonesia sendiri tidak mau tertipu olehnya lagi.
Masyarakat Indonesia sendiri bisa melihat akan kasus yang dialami oleh Rizieq Shihab yang dimana seorang pembela Islam dan juga Ulama di Indonesia melakukan aksi makar dan juga pornografi. Dan bisa dikatakan pada tanggal 9 kemarin pun sosok Rizieq Shihab dinilai sudah mencemarkan nama agama Islam yang dimana harus kieluar negeri dan kabur dari kasus yang dibuatnya sendiri.
Dan setahu saya sich seorang Ulama itu seharusnya menjadi seorang teladan bukannya melakukan chat sampa-sampai berhubungan dengan pornografi. Dan herannya lagi sudah salah malah lari keluar negeri meminta bantuan orang lain. Kini pun posisi Rizieq Shihab sendiri berada di Arab Saudi akan tetapi keberadaannya tidak menetap dan selalu berpindah-pindah. Dan kalian coba pikir apakah pantas seorang Ulama menjadi tersangka dalam kasus pornografi yang dimana sekarang ini mencoba kabur??
Aksi Bela Rizieq Shihab Hanya 150 Orang?
Dari sekian banyaknya aksi yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam membela Rizieq Shihab pun akhirnya kini menjadi rendah. Dimana pada aksi kali ini pun tercatatkan hanya ada 150 orang saja. Dari sekalian ribu yang mengikutinya pada aksi 212 dan aksi lainnya pun kini kenyataan sudah terlihat. Semuanya hanyalah sandiwara dan kini sudah terbukti mana yang benar dan mana yang salah.
Dan jauh dari harapan yang di inginkan oleh beberapa aksi bela Ulama tersebut yang dimana Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo pun menyatakan bahwa aksi tersebut pun mudah-mudahan bisa di ikuti oleh 500 ribu orang dan pada saat tarawih pun bisa bertambah menjadi 1 juta orang. Akan tetapi hal yang di inginkan pun tidak berbanding dengan baik. Dan hanya 150 orang lebih saja yang hadir dalam aksi bela Rizieq Shihab tersebut.
Padahal dalam aksi tersebut pun katanya mau menggunakan mobil komando yang dimana akan melakukan tablig akbar dan juga ceramah serta orasi. Akan tetapi dengan hadirnya peserta yang jauh dari harapan pun membuat aksi tersebut sia-sia saja dan memang sudah seharusnya aksi tersebut tidak terjadi. Aksi yang di nilai sia-sia dan menghabiskan waktu tersebut pun tidak berjalan sesuai dengan yang di inginkan. Akan tetapi para alumni 212 sendiri seperti tidak puas dan tetap melakukan aksi tersebut walaupun hanya beberapa saja yang ikut dalam aksi tersebut.
Dengan sikap arogan yang dimiliki oleh Rizieq pun kini membuat mata dunia pun terbuka. Seharusnya pihak alumni 212 itu mengecek dahulu apakah Masjid Istiqlal ada kegiatan atau tidak. Dan bukan sesuka hati mereka untuk bisa melakukan aksi bela Rizieq yang memang sudah terbukti bersalah tersebut. Dan kini pun semuanya harus menerima bahwa semau yang dilakukan pun sudah GAGAL TOTAL !! Aksi yang di inginkan di hadiri hingga 1 juta orang pun kini sudah tidak ada lagi. Dan semuanya sudah terbukti dan pastikan tidak ada yang mendukung lagi akan Rizieq Shihab lagi.
Dan kita tahu sendiri kenapa aksi ini sepi akan peserta yang hadir. Dan beberapa kemungkinan yang bisa kami perkirakan pun sebagai berikut :
- Bulan Puasa. Bagi orang Islam bulan puasa merupakan hari suci yang dimana yang paham akan arti Ramadhan pun pastinya tidak akan ikut akan aksi tersebut. Dalam bulan puasa para Islam ingin menenangkan dan juga menahan diri dari hal yang berbau jahat dan bukannya untuk diminta melakukan orasi dan aksi yang tidak seharusnya dilakukan.
- Yang dibela tersangka Pornografi. Siapa yang mau membela seorang Ulama yang kini sudah menjadi tersangka Pornografi? Apa benar seorang Ulama di perbolehkan untuk chat mesum seperti itu. Dan masyarakat Indonesia yang beragama Islam sendiri bisa melihat dan memberikan opininya.
- Tidak ada dana dan nasi bungkus. Di bulan puasa ini pun dana dan juga nasi bungkus sudah tidak bisa di berikan dan itu pun membuat para aksi pembela tersebut tidak akan mungkin hadir dengan sia-sia membela orang yang memang sudah bersalah.
- Tidak ada nama Ahok dalam aksi tersebut. Nama Ahok kian semakin berjaya diatas langit. Dan bahkan keperkasaan Ahok dalam membela Jakarta pun menjadi salah satu bukti bahwa tidak ada yang mau membela orang yang jahat karena yang baik sudah membuktikannya dengan rela masuk ke penjara demi membuat Indonesia dan Jakarta aman dan tentram tidak seperti aksi-aksi yang tidak masuk akal membela seorang pornografi.
- Yang dibela saja kabur dan tidak ada di Indonesia. Yang paling tidak masuk akal adalah dimana yang mau di bela itu saja tidak ada di Indonesia dan sekarang kabur kesana-kesini demi terbebas dari hasil kejaran. Kalau memang yakin tidak bersalah pulang ke Indonesia selesaikan bukan bermain petak umpet di Arab Saudi.
Dan dari hasil kemungkinan di atas pun bisa saya simpulkan bahwa orang yang mengerti dan paham akan agama pastinya tahu arti dari Ramadhan daripada mereka yang melakukan aksi tersebut. Dan mereka yang waras pun pastinya paham agama yang benar dan salah itu yang mana. Dan semoga saja dengan kejadian ini pun semuanya bisa menyadarkan diri dan bisa tersadar bahwa yang di bela saja tidak benar untuk apa dibela. Dan jika memang terbukti benar pulang donk ke Indonesia dan jangan sembunyi di Arab Saudi.



