Jokowi Siap Gebuk Para PKI Jika Berani Muncul
Berita Dunia - Presiden Indonesia, Joko Widodo kembali memberikan komentar akan siap untuk bisa menggebuk para PKI jika berani muncul. Dan bahkan beberapa kutipan yang berhasil dirangkum menjadi satu pun berhasil kami rancang dan siap untuk bisa di bagikan kepada para pembaca sekalian.
Jokowi yang hadir pada acara Kajian Ramadan 1438 H yang dimana di gelar di Wilayah Muhammadiyah tersebut di Jawa Timur pun memberikan beberapa kata dalam menyinggung akan isu kebangkitan dari Partai Komunis Indonesia atau dikenal dengan PKI. Dan Jokowi sendiri pun siap untuk bisa melakukan apa saja untuk bisa menggebuk keraas para PKI yang berani muncul di Indonesia.
"Hari ini saya datang dan juga ingin bisa berbicara tentang masalah yang berkaitan dengan PKI," ucap Jokowi sambil disambut tepuk tangan dari para hadirin yang datang.
"Kok tepuk tangan?" tanya Jokowi kepada para hadirin yang ada.
Dengan adanya isu akan munculnya kembali PKI di Indonesia pun membuat Jokowi merasa heran. PKI sendiri sudah dimasukan dalam kelompok yang sudah di larang untuk bisa berdiri di Indonesia. Dan untuk itu pun Jokowi akan siap pukul keras para PKI yang akan muncul di Indonesia.
"Banyak kabar dan isu bilang PKI bangkit dan komunis bangkit. Dan saya bertanya dimana? Dimana? Konstitusi kita jelas dan saya merasa tidak perlu adanya PKI. PKI sudah dilarang di Indonesia dan kan sudah ada TAP MPR-nya kalau PKI atau komunisme itu dilarang di Indonesia," sambung Jokowi.
Dan bahkan Jokowi sendiri pun dengan lantang menantang para pihak yang menyatakan ingin membangkitkan PKI untuk bisa menunjukkan bukti. Dan Jokowi sendiri pun akan siap memukul mundur para PKI yang ada jika ditemukan nantinya.
"Jika memang ada ayuk tunjukin kepada kita dan tunjukan juga kepada saya. Saya berani gebuk detik ini juga kalau memang kedapatan PKI di Indonesia," tegasnya disambut dengan tepuk tangan para hadirin yang ada.
Jokowi sendiri pun menegaskan bahwa di Indonesia sendiri sudah memiliki payung hukum yang jelas dan juga nyata. Jokowi juga menyebutkan bahwa PKI dilarang hidup dan berkembang di Indonesia. Dan anehnya lagi ada yang menyebutkan Jokowi melindungi PKI dan itu pun di bantah oleh Presiden Indonesia tersebut.
"Saya ini netral dan tidak memihak kepada siapa saja dan saya merasa tugas saya ini melindungi Indonesia dan memakmurkan Indonesia. Dan ada orang lain yang bilang kalau saya ini melindungi PKI, yang dilindungi itu yang mana coba. Ini kan sudah clear bukan?," ucap Jokowi lagi.
Dan Jokowi pun meminta kepada semua warga di Indonesia untuk bisa menyapkan SDM yang berkualitas di masa depan agar bisa membantu Indonesia agar bisa lebih maju lagi. Dan bahkan Jokowi juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia itu jangan mau terjebak oleh persoalan yang tidak penting dan justru melupakan pekerjaan yang lebih besar lagi.
"Kalau bisa kita urusin saja masalah kita yang besar daripada harus mengurusi persoalan yang tidak nyata. Kita tidak boleh saling menjelekkan dan juga menghujat terutama di media sosial. Dan kalau kita saling menyalahkan dan menfitnah itu sama saja menghancurkan Indonesia. Semua berita di medsos pun kebanyakan hoax dan saya meminta kepada pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut bisa berpikir sebelum menyebarkan hoax tersebut," sambung Jokowi.
Dengan adanya hoax tersebut pun membuat Jokowi merasa itu tidak produktif dan tidak memiliki kontribusi yang besar kepada negara. Dan bahkan Jokowi sendiri berharap semuanya bisa memberikan energi kepada setiap bangsa Indonesia dengan mengarahkan pada optimisme dan bukan hal-hal yang bisa membelah dan menyalahkan satu sama lain.
"Kita tidak boleh lupa kalau kedepannya nanti kita harus bsia mempersiapkan SDM yang bisa berguna untuk bangsa kita. Kita harus berkompetisi dan juga bersaing dengan negara lain dan itu perlu menggunakan SDM yang unggul," ucapnya.
Dan bahkan Jokowi pun menuturkan bahwa Indonesia bisa mednapatkan bonus demografi pada 2030 mendatang nanti. Dan bahkan hingga 60% pun usia produktif akan berdampak bagus bagi Indonesia dan itu pun membuat kondisi yang harus di siapkan segera mungkin oleh bangsa Indonesia agar bisa mempersiapkan dengan ketat persaingan nantinya.
Dalam kunjungannya di Malang tersebut pun Jokowi juga meresmikan SMA Taruan Nala dan disusul dengan penyerahan KIP atau Kartu Indonesia Pintar kepada SMA Muhammadiyah 1 di Kabupaten Malang. Dan bahkan Presiden Indonesia tersebut juga mengunjungi Kajian Ramadan 1438 Hijriah yang di gelar di Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang Dome.
